Artikel - Penjumlahan & pengurangan
Cara Mengajari Anak Berhitung Penjumlahan dan Pengurangan
Cara mengajari anak berhitung penjumlahan dan pengurangan dimulai dari benda, bukan rumus. Penjumlahan adalah menggabung dua kelompok lalu menghitung total; pengurangan adalah mengambil sebagian lalu menghitung sisa. Pakai jari, kancing, atau kelereng dalam rentang kecil sampai 10. Simbol tambah dan kurang datang setelah konsepnya nyata.

Penjumlahan dan pengurangan terdengar berat untuk anak TK, padahal kalau diajarkan lewat benda, anak sudah melakukannya sejak dini: menggabung dua tumpukan mainan, mengambil sebagian kue. Dari pengalaman mengajar anak 3-5 tahun, kuncinya adalah benda dulu, simbol belakangan. Rumus di kertas datang setelah konsep "bertambah" dan "berkurang" terasa nyata.
Penjumlahan dengan benda
Mulai dari menggabung dua kelompok. Letakkan 2 kancing dan 3 kancing, lalu tanya "kalau digabung jadi berapa?" Anak menghitung semuanya: 5. Pakai jari, kelereng, atau kancing. Setelah lancar, baru kenalkan simbol "tambah" dan tanda sama dengan.
Pengurangan dengan benda
Pengurangan adalah "mengambil". Letakkan 5 kancing, minta anak mengambil 2, lalu hitung sisa: 3. Ceritakan lewat situasi nyata: "ada 5 kue, dimakan 2, sisa berapa?" Konsep berkurang lewat aksi nyata jauh lebih mudah ditangkap daripada angka di kertas.
Urutan yang aman
- Gabung dan ambil benda nyata tanpa angka tertulis.
- Hubungkan dengan angka yang sudah dikenal anak.
- Kenalkan simbol tambah, kurang, dan sama dengan.
- Coba di kertas hanya setelah konsepnya kuat.
Jangan buru-buru ke perkalian
Untuk anak TK, cukup penjumlahan dan pengurangan sederhana dalam rentang kecil (sampai 10). Perkalian dan pembagian adalah materi SD. Memaksakannya sekarang hanya menambah hafalan tanpa pemahaman.
Coba minggu ini
Pakai kancing. Latih penjumlahan dalam rentang 5 dulu: gabung dua kelompok, hitung total. Setelah lancar, coba pengurangan: ambil sebagian, hitung sisa. 10 menit per hari, semua dengan benda nyata.
Di mana Sensim membantu
Lihat urutan berhitung lengkap di pilar belajar berhitung anak TK. Bangun fokus dan kontrol tangan pendukungnya lewat contoh lembar gratis Sensim via WhatsApp.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Umur berapa anak bisa diajari penjumlahan?+
Setelah anak paham jumlah (menghitung benda dengan benar), biasanya sekitar 4-5 tahun, lewat benda nyata dalam rentang kecil. Bukan lewat rumus hafalan.
Anak saya bisa kalau pakai kancing tapi bingung di kertas. Wajar?+
Sangat wajar. Benda nyata adalah tahap yang benar untuk usia ini. Soal di kertas adalah abstraksi yang datang belakangan. Tetap di benda sampai konsepnya kuat.
Apakah perlu mengajari perkalian juga?+
Belum untuk anak TK. Cukup penjumlahan dan pengurangan sederhana sampai 10. Perkalian dan pembagian adalah materi SD; memaksakannya hanya menambah hafalan tanpa pemahaman.
Bagaimana mengenalkan konsep pengurangan?+
Lewat aksi "mengambil" dan situasi nyata: "ada 5 kue, dimakan 2, sisa berapa?" Anak menghitung sisa benda. Konsep berkurang lewat aksi nyata jauh lebih mudah daripada angka di kertas.
Mulai praktik di rumah
Bangun fokus dan kontrol tangan pendukung berhitung lewat contoh lembar gratis Sensim via WhatsApp.
Dapat contoh lembar gratisTerakhir diperbarui: 14 Juni 2026 · Tim Sensim - dari pengalaman mengajar anak 3-5 tahun di kelas pre-calistung
